Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 17 Oktober 2013

Pengalaman Idul Adha


Desa saya sangat gembira menyambut idul adha, hal ini terbukti dengan meriahnya Hari Raya Idul Adha dengan berbagai macam perayaan di setiap tahunnya. Pawai Takbiran di malam selasa yang dipusatkan di Mesjid ar-rahman,hingga kegiatan-kegiatan lain yang bertujuan untuk memeriahkan Idul Adha. Dari orang tua, dewasa, hingga anak-anak semua hanyut dalam nuansa kegembiaraan Hari Raya idul adha.Kebanyakan orang tidak mengistimewakan hari raya ini, namun bagi kami di desa saya , Hari Raya Idul Adha sama pentingnya dengan Hari Raya Idul Fitri yang dimeriahkan oleh warga desa saya.
Pada hari selasa saya ikut solat idul adha di lapangan bulusari bersama keluarga dan para tetangga.tetapi tidak seprti solat idul fitri yang sangat ramai.sehabis solat idul adha saya pulang dan sarapan pagi.sekitar jam 8 pagi saya pergi ke masjid untuk ikut membantu menyembelih hewan qurban.sekitar jam 9 para warga sudah berkumpul di masjid untuk ikut membantu menyembelih hewan qurban.sayapun ikut membantu menimbang daging qurban untuk di bagikan kepada warga.sekitar jam 2 siang penyembelihan selesai dan waktunya pengemasan daging untuk di bagikan kepada warga.jam 4 sore saya ikut membagikan daging ke rumah-rumah warga.sayapun pulang dan memasak hewan daging qurban dengan ibu saya.sekitar jam 6 sore saya mandi dan makan daging bersama keluarga.

Kamis, 03 Oktober 2013

 
Menulis pengumuman
Pengumuman adalah pesan atau informasi yang disampaikan kepada umum/publik. Tujuan pengumuman adalah menyampaikan sesuatu  agar diketahui masyarakat (publik). Pengumuman berbeda dengan iklan. Pengumuman hanya menyampaikan pesan atau informasi agar diketahui masyarakat. Selain itu, pengumuman berguna untuk kepentingan umum. Iklan tidak hanya bertujuan memberi tahu sesuatu kepada masyarakat.  Akan tetapi, iklan juga berupaya agar orang tertarik, kemudian membeli apa yang disampaikan dalam iklan. Pengumuman terdiri atas dua macam, yaitu pengumuman resmi dan pengumuman tidak resmi. 
Pengumuman yang baik mengunakan baghasa yang singkat, padat, mudah dipahami isinya. Bahasa yang singkat berarti bahsa itu ringkas, tidak berbelit-belit. Bahasa pengumuman harus padat, maksudnya ada kepaduan bentuk paragraf, terdapat hubungan erat antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lainnya dalam sebuah paragraf.
Pengumuman harus memuat
a.       Kepada siapa pengumuman itu ditujukan atau sasaran pengumuman
b.      Isi pengumuman
c.       Tempat dan tanggal pengumuman dibuat
d.      Pembuat pengumuman
13.   Menulis iklan
Iklan adalah pemberitahuan kepada khalayak umum yang bertujuan untuk menawarkan, membujuk, dan memakai produk yang ditawarkan. Produk yang ditawarkan biasanya berupa barang dan jasa. Iklan umumnya disampaikan di media massa berupa televisi, radio, koran, majalah, reklame, dan sebagainya. Iklan memiliki ciri yaitu : mudah dipahami, menarik, membut penasaran, singkat, jelas, padat, dan jujur.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjurW4O2e_LlX5rXtqLltcKpjF1PTDdxEymVYxb87btQ7T2PCMxhRzRcaaeEmItmLmliGRzDGoOeEXEmMxugCwKOCRqh16fDAIorSNn8Nc-vmUDk5JbhZZWHtPp0MXTBDKNHSQlACAdmCyZ/s200/Cibiuk-6.jpgContoh kalimat iklan yang sesuai dengan ilustrasi gambar:
Kelezatan ANEKA  OLAHAN GURAMEH  yang tiada duanya hanya di Rumah Makan Ngangeni, Jalan Kaliurang KM. 2 Yogyakarta.
14.   Menulis teks pidato
a.       Menyusun kerangka
Sebagaimana karangan biasa, penyusunan naskah pidato hendaknya didahului dengan pembuatan kerangka.
Adapun kerangka umum pidato adalah sebagai berikut:
1)      Pendahuluan
Bagian ini antara lain berisi salam dan ucapan syukur. Pada bagian ini disampaikan pula pengantar ke arah isi pokok, misalnya dengan pernyataan “Pada kesempatan ini izinkan saya untuk menyampaikan tentang pentingnya makna peringatan Hari Aids Sedunia”.
2)      Isi pokok
Bagian ini berisi uraian atas isi pokok. Uraian hendaknya disusun dengan pola induktif (simpulan diperoleh berdasarkan analisis atas data-data atau bukti).
3)      Penutup
Bagian ini berisi penegasan kembali simpulan, harapan atau ajakan untuk melakukan sesuatu, permohonan maaf, dan salam.
b.      Menguraikan kerangka menjadi naskah lengkap
Dalam bagian ini, penulis harus cermat dalam memilih data, menggunakan kosa kata, dan menggunakan sapaan serta salam yang tepat. Untuk memisahkan antarbagian, penulis pidato dapat menyisipkan sapaan (misalnya, “Para peserta upacara yang saya hormati, Hadirin yang saya muliakan”). Sapaan ini sangat berguna untuk mengurangi kepenatan pendengar dalam menyimak pidato.
15.   Menulis surat
Surat adalah suatu sarana komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan informasi tertulis oleh suatu pihak kepada pihak lain. Informasi yang disampaikan itu dapat berupa pemberitahuan, pernyataan, perintah, permintaan, atau laporan. Hubungan yang terjadi antara pihak-pihak itu disebut surat-menyurat atau korespondensi. Dengan kata lain, surat-menyurat itu merupakan salah satu kegiatan berbahasa yang dilakukan dalam komunikasi tertulis.
Isi Surat
Secara garis besar isi surat terbagi atas tiga bagian, yaitu bagian pertama merupakan paragraf pembuka, bagian kedua merupakan paragraf isi dan bagian ketiga merupakan paragraf penutup.
a.       Paragraf pembuka mengantarkan isi surat yang akan diberitahukan. Paragraf pembuka berisikan pemberitahuan, pertanyaan, pernyataan, atau permintaan.
Contoh paragraf pembuka :
·         Kami ingin memberitahukan kepada Saudara bahwa ….
·         Salah satu kegiatan Proyek Penelitian adalah meneliti sastra lisan Sunda. Sehubungan dengan itu, ….
·         Pada tanggal 14—18 Juli 1990 kami akan mengadakan Penataran Kebahasaan I. Tujuan penataran itu adalah sebagai berikut.
·         Himpunan Pembina Bahasa Indonesia akan menyelenggarakan Seminar Pengajaran Bahasa Indonesia, pata tanggal 5—6  November 1978, di Wisma Samudra, Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta.  
·         Dalam salah sebuah media massa terbitan Jakarta, kami telah membaca bahwa rumput laut telah dibudidayakan. Sehubungan dengan itu, kami ingin mendapatkan informasi tentang perbudidayaan rumput laut itu.
·         Di samping itu, paragraf pembuka berisi balasan (jawaban) seperti dalam contoh berikut:
-        Pertanyaan Saudara yang tertera pada surat Saudara tanggal 10 Januari 1986, No. 05/Diklat/1/I/ 1986 akan kami jawab sebagai berikut.
-        Surat Anda telah kami terima. Sehubungan dengan itu, kami ingin memberitahukan hal berikut.
b.      Dalam paragraf  isi dikemukakan hal yang perlu disampaikan kepada penerima surat. Namun, isi surat harus singkat, lugas, dan jelas.
c.       Paragraf penutup merupakan simpulan dan kunci isi surat.  Di samping itu, paragraf penutup dapat mengandung harapan penulis surat atau berisi ucapan terima kasih kepada penerima surat.
Contoh paragraf penutup:
·         Atas perhatian Saudara, kami ucapkan terima kasih.
·         Atas perhatian dan kerja sama Saudara yang baik selama ini, kami ucapkan Sesuai dengan permintaan Saudara dalam surat tanggal 4 Januari 1989, No. 29/H/PU/1989, bersama ini kami kirimkan seberkas surat perjanjian kerja. terima kasih.
·         Besar harapan kami, Saudara dapat memanfaatkan sumbangan kami.
·         Mudah-mudahan jawaban kami dapat memuaskan Saudara.
16.   Mendeskripsikan gambar dengan kalimat yang tepat
Mendeskripsikan gambar atau benda sama dengan menyebutkan ciri-ciri benda atau gambar tersebut.
Kalimat deskripsi:
 Aku seekor binatang. Buluku indah berwarna-warni. Aku suka hinggap di atas bunga yang sedang mekar. Anak-anak suka sekali mengejarku dan aku akan terbang tinggi.
17.   Menulis ringkasan
Ringkasan adalah cara menyajikan karangan asli dalam bentuk singkat. Walaupun singkat, ringkasan harus tetap mempertahankan urutan isi serta sudut pandang pengarang asli. Ringkasan yang baik berbentuk karangan. Karangan tersebut terdiri atas beberapa kalimat yang utuh. Jadi, ringkasan merupakan rangkaian kalimat yang utuh.
Ringkasan dibiat dengan tujuan mempermudah dalam mengetahui isi sebuah tulisan. Cara membuat ringkasan sebagai berikut.
a.       Memahami dengan baik isi bacaan yang diringkas
b.      Mencatat gagasan utama
c.       Merangkai gagasan utama dengan kalimat sendiri
18.   Mengurutkan gambar seri
Gambar seri adalah rangkain gambar yang menceritakan suatu peristiwa. Dalam gambar seri, setiap gambar menceritakan satu peristiwa dari ringkasan suatu cerita.
Urutan gambar supaya menjadi cerita yang padu adalah 4 – 2 – 3 – 1
Urutan cerita sebagai berikut.
(4) Malin Kundang pulang ke kampung halamannya menaiki sebuah kapal yang besar,
(2) Ibu Malin Kundang mengetahui kabar kedatangan anaknya dan menunggu kedatangan anak lelakinya yang telah lama merantau,
(3) Mengetahui ibunya datang dengan pakaian compang-camping, Malin Kundang malu untuk mengakui dia sebagai ibunya, ia pun mengusir sang ibu,
(1) Sang ibu sangat sedih dan kecewa, sehingga ia mengutuk Malin Kundang menjadi batu.

materi karangan narasi,alinea,perubahan makna

KARANGAN NARASI
DALAM Eksposisi (lihat Eksposisi dan Dekripsi, Keraf, hal. 66) telah dikemukakan, bahwa untuk menyajikan suatu analisa proses dapat pula dipergunakan teknik narasi. Narasi semacam ini dinamakan narasi eksposisi atau narasi teknis, karena sasaran yang ingin dicapai adalah ketepatan informasi mengenai suatu peristiwa yang dideskripsikan. Jadi, sasarannya sama dengan eksposisi, yaitu memperluas pengetahuan orang. Narasi semacam ini dianggap sebagai suatu metode dalam eksposisi, seperti halnya dengan metode klasifikasi, metode definisi, dan lain sebagainya.
Di samping narasi ekspositoris, terdapat juga narasi yang lain yang disebut narasi sugeftif, sejajar dengan pembedaan antara deskripsi ekspositoris dan deskripsi sugestif. Seperti halnya dengan deskripsi sugestif yang ingin mencapai atau menciptakan sebuah kesan kepada para pembaca atau pendengar, maka narasi sugestif juga ingin menciptakan kesan pada para pembaca atau pendengar mengenai obyek narasi. Hal itu berarti, narasi sugestif berusaha untuk memberi suatu maksud tertentu, menyampaikan suatu amanat terselubung kepada para pembaca atau pendengar.
Tetapi pembedaan antara narasi sugestif dan narasi ekspositoris di suatu pihak, dan perbandingannya dengan deskripsi sugestif dan deskripsi ekspositoris di pihak lain, belum memberi jawaban pada kita apa sebenarnya narasi itu. Bila deskripsi merupakan suatu bentuk wacana yang berusaha menggambarkan sejelas-jelasnya suatu obyek sehingga obyek itu seolah olah berada di depan mata kepal pembaca, maka narasi merupakan suatu bentuk wacana yang berusaha mengisahkan suatu kejadian atau peristiwa sehingga tampak seolah-olah pembaca melihat atau mengalami sendiri peristiwa itu. Sebab itu, unsur yang paling penting pada sebuah narasi adalah unsur perbuatan atau tindakan .
Tetapi kalau narasi hanya menyampaikan kepada pembaca suatu kejadian atau peristiwa, maka tampak bahwa narasi sulit dibedakan dari deskripsi, karena suatu peristiwa atau suatu proses dapat juga disajikan dengan mempergunakan metode deskripsi. Sebab itu, mesti ada unsur lain yang harus diperhitungkan , yaitu unsur waktu. Dengan demikian pengertian narasi itu mencakup dua unsur dasar, yaitu perbuatan atau tindakan yang terjadi dalam suatu rangkaian waktu. Apa yang telah terjadi tidak lain daripada tindak-tanduk yang dilakukan oleh orang-orang atau tokoh-tokoh dalam suatu rangkaian waktu. Bila deskripsi menggambarkan suatu obyek secara statis, maka narasi mengisahkan suatu kehidupan yang dinamis dalam suatu rangkaian waktu.
Berdasarkan uraian di atas narasi dapat dibatasi sebagai suatu bentuk rencana yang sasaran utamanya adalah tindak-tanduk yang dijalin dan dirangkaikan menjadi sebuah peristiwa yang terjadi dalam suatu satuan waktu. Atau dapat juga dirumuskan dengan cara lain: narasi adalah suatu bentuk wacana yang berusaha menggambarkan dengan sejelas-jelasnya kepada pembaca suatu peristiwa yang terjadi. Narasi berusaha menjawab pertanyaan “Apa yang telah terjadi?”
Tetapi, seperti sudah dikemukakan di atas, antara kisah dan kisah selalu terdapat perbedaan, minimal yang menyangkut tujuan atau sasarannya. Ada narasi yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada pembaca, agar pengetahuannya bertambah luas, yaitu narasi eksposotoris. Tetapi di samping itu ada juga narasi yang disusun dan disajikan sekian macam, sehingga kita mampu menimbulkan daya khayal para pembaca. Ia berusaha menyampaikan sebuah makna kepada para pembaca melalui daya khayal yang dimilikinya. Narasi semacam ini adalah narasi sugestif. Dan antara kedua ekstrim ini terjalinlah bermacam-macam narasi dengan tingkat informasi yang semakin berkurang menuju tingkat daya khayal yang semakin bertambah.


ALINEA
1. PENGERTIAN
Alinea bukanlah suatu pembagian secara konvensional dari suatu bab yang terdiri atas kalimat-kalimat. Alinea tidak lain adalah suatu kesatuan pikiran, suatu kesatuan yang lebih tinggi atau lebih luas dari kalimat. Alinea merupakan himpunan yang bertalian dalam suatu rangkaian untuk membentuk sebuah gagasan.
Oleh karena itu, pembentukan sebuah alinea sekurang-kurangnya mempunyai tujuan :
1) Memudahkan pengertian dan pemahaman dengan menceraikan suatu tema dari tema yang lain
2) Meningkatkan konsentrasi terhadap tema alinea dengan memisahkan dan menegaskan perhatian secara wajar dan formal pada akhir kalimat
2. SYARAT-SYARAT PEMBENTUKAN ALINEA
Alinea yang baik dan efektif harus memenuhi syarat berikut :
1) Kesatuan : Semua kalimat yang mendukun alinea itu secara bersama-sama mendukung satu ide
2) Koherensi : Kekompakan hubungan antara satu kalimat dengan kalimat lain yang membentuk alinea tersebut
3) Pengembangan : Pengembangan ide/gagasan dengan menggunakan kalimat-kalimat pendukung
4) Efektif : Disusun dengan menggunakan kalimat efektif sehingga ide bias diuraikan dengan tepat
3. HUBUNGAN ANTAR KALIMAT
Seperti yang terdapat pada uraian di atas, kalimat-kalimat pembentuk alinea harus mengandung informasi yang saling berkaitan dengan kalimat lain. Hubungan antar kalimat dalam alinea bisaditandai dengan berbagai dengan penanda hubungan. Sifat hubungan tersebut bias bersifat :
a. Eksplisit
1. Kata ganti tunjuk
Contoh : Saya ingin punya sepeda. Barang itu sudah lama kuimpikan.
2. Kata ganti orang
Contoh : Saya membenci Tika. Ia sangat egois.
3. Kata perngkai
Contoh : Ibu tidak berangkat. Padahal beliau harus memimpin rapat.
Implisit
Contoh : Saya suka makan tape, saudara-saudara saya suka makan durian.
Disamping keterangan tentang sarana penghubung antarkalimat di atas, di bawah ini akan disampaikan contoh makna hubungan antara lain :
1. Hubungan perlawanan
Walaupun hidupnya sengsara, mereka tetap tabah.
2. Hubungan perbandinag
Hidupnya hanya untuk burung seolah-olah tak ada yang bisa memalingkannya dari sangkar burung di rumahnya.
4. POLA PENGEMBANGAN ALINEA
Berdasarkan letak kalimat utamanya, alinea terbagi menjadi :
a. Alinea deduktif : Kalimat utamanya terdapat pada bagian awal kalimat
b. Alinea induktif : Kalimat utamanya terdapat pada bagian akhir kalimat
c. Alinea campuran : Kalimat utamanya terletak di awal dan ditegaskan kembali pada bagian akhir
d. Alinea diskriptif : Kalimat utama yang tersirat pada seluruh kalimat di paragraph tersebut

PERUBAHAN MAKNA
1. Pengertian
Dalam perkembangan penggunaannya, kata sering mengalami perubahan makna. Perubahan tersebut terjadi karena pergeseran konotasi, rentang masa penggunaan, jarak, dan lain-lain. Namun yang jelas, perubahan-perubahan tersebut ada bermacam-macam yaitu: menyempit, meluas, amelioratif, peyoratif, dan asosiasi. Untuk lebih jelasnya, perhatikan penjelasan dibawah ini :
2. Macam-macam Perubahan Makna
a. menyempit/spesialisasi
Kata yang tergolog kedalam perubahan makna ini adalah kata yang pada awal penggunaannya bisa dipakai untuk berbagai hal umum, tetapi penggunaannya saat ini hanya terbatas untuk satu keadaan saja.
Contoh :
Sastra dulu dipakai untuk pengertian tulisan dalma arti luas atau umum, sedangkan sekarang hanya dimaknakan dengan tulisan yang berbau seni. Begitu pula kata sarjana (dulu orang yang pandai, berilmu tinggi, sekarang bermakna “lulusan perguruan tinggi”).
b. meluas/generalisasi
Penggunaan kata ini berkebalikan dengan pengertian menyempit.
Contoh :
Petani dulu dipai untuk seseorang yang bekerja dan menggantungkan hidupnya dari mengerjakan sawah, tetapi sekarang kata tersebut dipakai untuk keadaan yang lebih luas. Penggunaan pengertian petani ikan, petani tambak, petani lele merupakan bukti bahwa kata petani meluas penggunaannya.
c. amelioratif
Pada awalnya, kata ini memiliki makna kurang baik, kurang positif, tidak menguntungkan, akan tetapi, pada akhirnya mengandung pengertian makna yang baik, positif, dan menguntungkan.
Contoh :
Wanita, pramunikmat, dan warakawuri merupakan kata-kata yang dipakai untuk lebih menghaluskan, menyopankan pengertian yang terkandung dalam kata-kata tersebut.
d. peyoratif
Makna kata sekarang mengalami penurunan nilai rasa kata daripada makna kata pada awal pemakaiannya.
Contoh :
Kawin, gerombolan, oknum, dan perempuan terasa memiliki konotasi menurun atau negatif.
e. asosiasi
Yang tegolong kedalam perubahan makna ini adalah kata-kata dengan makna-makna yang muncul karena persamaan sifat. Sering kita mendengar kalimat “hati-hati dengan tukang catut itu.”
Tukang catut dalam kalimat diatas tergolong kata-kata dengan makna asosiatif. Begitu pula dengan kata kacamata dalam : menurut kacamata saya, perbuatan anda tidak benar
f. sinestesia
Perubahan makna terjadi karena pertukaran tanggapan antara dua indera, misalnya dari indera pengecap ke indera penglihatan.
Contoh:
Gadis itu berwajah manis. Kata manis mengandung makna enak, biasanya dirasakan oleh alat pengecap, berubah menjadi bagus, dirasakan oleh indera penglihatan. Demikian juga kata panas, kasar, sejuk, dan sebagainya.

Kamis, 19 September 2013

Materi bahasa ingggris

No. Jenis Teks Contoh Teks
1. Procedure How to make Lemonade  Ingredients:
For each glass use:
- 2 tablespoons of lemon juice.
- 2 tablespoons of sugar.
- 1 glass of water.
Methods:
1. Slice a lemon in half and squeeze the juice into a cup.
2. Take out the seeds.
3. Pour two tablespoons of juice into glass.
4. Add sugar.
5. Add water and stir well.
6. Taste the lemonade. You may want to add more sugar or more lemon to make it taste just right.
7. Put it in ice cubes. A drop of red food coloring will make pink lemonade.
A CONE-SHAPED BASKET
Materials:
- Heavy paper
- Ribbon or string
- A plate
- A pencil
- Paste
Method:
1. Use a half circle of paper to make the cone basket.
2. Draw a whole circle on paper using a plate as the pattern to make a half circle.
3. Cut out the circle and fold it in half.
4. Cut the two halves apart along the fold.
5. Twist the half circle into a cone shape and it in place.
6. Use a ribbon or a string for the handle. Paste the ends of the ribbon in place.
7. Decorate your cone basket.
How to make Popcorn crunch
Materials:
- 1,5 cups of sugar wheat cereal
- 1 cup of golden syrup flaked almond
- 0,5 cup of butter
- 8 cup of popcorn already pop
- 2 cups of puffed
- 1 cup of toasted
- 1 teaspoon of vanilla
- 0,75 teaspoon of cinnamon
Time: 10 minutes
How to make it:
Place sugar and golden syrup in a heatproof dish, stir and cook until sugar is dissolved (approximately four minutes on high).
Add butter and cook for six minutes.
While this is cooking, place popcorn, puff wheat cereal, and almonds into a separate bowl.
Add cinnamon and vanilla to golden syrup mixture, combine syrup with popcorn, cereal and almonds and spread over a lighty greased 25 cetimeters x 30 centimeters baking tray.
Allow to cool and then cut into pieces.
Store in an airtight container.
HOW TO MAKE PEANUT CRUNCH
What you’ll need :
v     1 cup of peanuts
v     3 cups of brown sugar
v     2 tablespoons of vinegar
v     1 cup of water
What to do :
Place the sugar, water and vinegar into a large saucepan.
Stir slowly over a low heat until the sugar is disolved
Add peanuts , increase the heat and allow to boil
Remove from the heat when the nuts have craked and the mixture appears golden brown
Allow bubbles to settle
Spoon into small paper patty cases or pour the mixture into a flat greased pan and mark into bite-size pieces.
2. Recount CLASS PICNIC  Last Friday our school went to Centennial Park for a picnic
First our teachers marked the rolls and the we got on the buses. On the buses, everyone was chatting and eating. When we arrived at the park, some students played cricket, some played cards but others went for a walk with the teachers. At lunchtime, we sat together and had our picnic. Finally, at two o’clock we left for school.
We had a great day.
3. Descriptive ‘ISSIS’ Cafe.  ‘ISSIS’ is Javanese word meaning ‘cool’. So, besides the food, ISSIS Café offers a spacious, fully air-conditioned, cozy place.
Located at Jl. Cilacap No. 8, Jakarta Pusat, ISSIS Café is famous for its European food, especially steak, barbecue ribs, salad, and soup. You might find this kind of food anywhere else, but there is no other place that offers great meals at better prices than ISSIS Café.
You can enjoy a delicious imported sirloin steak for only Rp. 25,000 and ice cappuccino for only Rp. 5,500. There is also a salad bar with eight different vegetables. You can make your own salad which you can eat as much as you like, for only Rp. 12,000. The customers are mostly college students, office workers, and families.
4. News Item Undersea earthquake strikes off Maluku  JAKARTA (AP): A strong earthquake struck in eastern Indonesian waters on Tuesday, a meteorological agency said. A local official said there was no threat of a destructive tsunami, and no damage or causalities were immediately reported.
The quake, which had a preliminary magnitude of 6.1, was centered beneath the Banda Sea around 188 kilometers (117 miles) southwest of Ambon, the capital of Maluku province, the U.S. Geological Survey said on its Web site.
The tremor was not felt by residents in the region and there were no reports of damage or casualties, said Aprilianto, an official at a Jakarta-based local Meteorological and Geophysics Agency.
5. Report Australia  Australia is a large continent. It has six states and two territories.
The capital city of Australia is Canberra. It is in the Australian Capital Territory.
The population of Australia is about 20 million. The first inhabitants to live in Australia were Aboriginal people. After that people came from all over the world. The main language is English, however many other languages are spoken.
There are many plants and animals that are only found in Australia, e.g. kangaroos, platypuses, gum trees and Waratahs.
The main products and industries are wool, minerals, oil, coal, cereals and meat.
Some famous landmarks are the Harbour Bridge, the Opera House and Uluru (Ayers Rock).
2. Drugs
Drugs are chemical substances. There are three different types of drugs: stimulants, depressants and hallucinogens.
Stimulants speed up the central nervous system. They increase heart rate, blood pressure and breathing. Examples are caffeine, nicotine, amphetamines, ecstasy and cocaine.
Depressants slow down the central nervous system. They decrease heart and breathing rates. Alcohol, heroin and analgesics are common examples of these types of drugs.
Hallucinogens change mood, thought and senses. LSD is the most well-known example of this type of drug.
3.  A traditional market
A traditional market is the type of market where people can bargain the prices. The items sold in traditional market are basically the same. They are fruits, vegetables, meat and fish, spices, dry good and household items. At the glances, the market may seem to be disorganized mess.
Surrounding the market there are many small scale traders, usually selling fruits. This traders can not afford the cost of renting a stall inside the market.
On the first floor of the market, there are permanent kiosks and stall selling textile, stationery, clothing, electronic goods, household appliances, gold shops, etc.
On the second floor, people can buy meat and fish, fruits, vegetables, and dry goods. The sellers sell fruits and vegetables through the middle area. Meanwhile they sell dry goods in the edge area of the second floor
6. Hortatory Exposition Good morning, ladies and gentlemen  Thank you very much for the House of Representatives which had invited me to give the speech concerning about the mystery sinetrons shown in many television presently. My name is Budi Santoso, a lecturer at University of Indonesia majoring in mass communication. Here, I represent the academics point of view about the subject we discuss this morning.
As we know, there are many mystery sinetrons shown on Television stations presently. The sinetrons depict horrible scenes about the spirit world. It is described that spirits often disturb people by frightening them in the darkness, when they walk alone at night or at the cemetery. The spirits are pictured as frightening appearance such as white clothes flying corpse, shattered face copse etc. the show must be abandoned for several reasons.
Firstly, it make a wrong perception of people especially children and women to do activity at nights, for example going to the wells, even cooking at kitchen alone. How do you fell if you always live in anxiety.
Thirdly, such kind of sinetrons waste out time to think unreal phenomena while we are facing many kinds of living problems.
In brief, for the reason, I think television station must stop showing mystery sinetrons. They are bad influences for people, frightening our children and destroying their belief to god.
Thank you very much for your attention.
7. Analytical Exposition SHOULD CHILDREN WEAR HATS AT SCHOOL?
(Statement of position):  I believe that you should always wear a hat at school when you are playing outside , to stop you from getting sunburn.
(Argument 1):
Firstly, if you don’t wear a hat, you will get sunburn ant the sunburn is painful.
(Argument 2):
Secondly, sunburn could lead to skin cancer. Sunburn can lead to health problems later in life. Many older people suffer from skin cancer which can kill them.
(Reinforcement of position statement):
In my opinion all school students should wear hats.
8. Spoof One day, two villagers went to Jakarta. They went to the biggest mall and saw shiny silver walls that could open and move apart and back together. They were amazed when an old lady rolled in to the small room and the doors closed. A minute later, the doors opened and a young beautiful lady stepped out. The father said to his son “Go, get your mother now.”
The ending of the story is funny because they thought that the doors can change an old lady into a young beautiful lady. Whereas the doors were actually elevator doors.
9. Explanation How to Fly a Hot Air Balloon  A hot air balloon consists of a basket, four big gas tanks, a burner and the balloon or ‘envelope’
First, four nylon poles are put into sockets on top of the basket. The burner is then put on top of the poles. Next, the cables are connected to the burner frame. The cables also go under the basket in order to hold everything together.
After this, the hoses from the full gas tanks must be connected to the burner so that pilot can test it.
Next, the mouth of the balloon is held open by two people while it is filled with cold air from the fan until it is quite fat and tight.
Now for the difficult bit. The pilot lies on the ground, half in the basket, turns on the gas burner, and points the flame into the ‘mouth’ of the balloon. This is so that the balloon slowly stands up.
When the it is ready to go, a bit more air is heated up the in the balloon. This results in the air in the balloon to be hot enough to get the balloon to rise off the ground
10. Discussion Euthanasia  Euthanasia is the act of intentionally causing the painless death of a sick person. In terms of a physician’s actions, it can be passive in that a physician plays no direct role in the death of the person or it can be active in that the physician does something directly to cause the death. Now the question: Do you think it is right for a physician to refuse to participate in active euthanasia?
It is NEVER right for a physician or any one else to deliberately hasten a person’s death. This includes all forms of euthanasia-active and passive. To deliberately withhold food/fluids is to subject the person to a painful death-it is NOT a humane death. We are not in a position to determine the worth of a life. Every person has a soul-it is up to God to determine when he will take that soul from the shell that is the human body. We all have a duty to support life with ordinary means-food/fluids but we are not required to use extrordinary means-aggressive life support,dialysis,etc indefinitely.
O.K. now, euthanasia (I think) is a type of suicide, whether or not you are sick. Physicians absolutley have the choice of NOT participating, in fact it should not be legal!!! Now if you put someone to death who was sick, or heck they dont even have to be sick, but you would look at your self everyday and be reminded of it. i bet you would feel like a murderer. If people want to die they can commit suicide in their own homes, makin someone else do it is not going to make it any better morally. Euthanasia is a sad, sad deal, please try to stop it.
I believe if the person wants to die to end their life they should have the right to choose.I do not believe that the person should beable to have themselves killed if they’re not really suffering. Yes the person does have the right to kill him or herself. BUt the authourity stands in the way of that. If this is such a free country why can’t anyone participate in EUTHANASIA?
If we have the right (at least in the U.S) to do whatever we want to with our lives, whether it be rich and famous or an alcoholic crack head, why is it that we can not decide when our life should end? It is ours, if we can kill the life that grows inside us, we should be allowed to also destroy the life that harbors others. Especially if that person is in pain and requests that some end their suffering. I don’t think you can allow one law with out the either. A life is a life, right?
http://www-hsc.usc.edu/~mbernste/ethics.euthanasia.htm
11. Review Get Married  Illustrating the current situation happening in Indonesia, Get Married presents the figures of  unemployment. A few big-name celebrities show up in cameo roles. The movie tells about a true friendship of four youngsters Mae (Nirina Zubir), Guntoro (Desta ‘Club Eighties’), Eman (Aming), dan Beni (Ringgo Agus Rahman) who judge themselves as the most frustrated people in Indonesia. Soon, they turn out to be street kids and spend most of their times at street, bullying people who pass by.
.
Suddenly, it comes to a moment when Mae is persuaded to grant her parents’ wish to have a grandchild. Mae’s parents, (Meriam Bellina dan Jaja Mihardja) firmly state that Mae must get married in a little while. Soon, they are busy finding candidates who would marry their only  daughter. However, along the process of finding the right one for Mae, the three male friends of  Mae turn out to be brutal evaluators for the candidates. In the mean time, Mae falls badly in love  with Rendy (Richard Kevin), a rich, handsome and kind-hearted man. Unfortunately Rendy, Mae, Guntoro, Eman, Beni are brought into a misunderstanding, and soon fights break out between the two groups of Mae and Rendy.
Written based on some of youngsters’ real-life brotherhood experiences—this story will stir you to your emotional core while bringing out your sense of brotherhood. There are a lot of little things and big things that make this movie worth watching. The story is good, the banter is great, the relationships between the characters are great, and it’s a fun time at the movies. While some of the jokes are amusing, some of the fights go on a few bit too long.
Adapted from: http://maliablog.wordpress.com
12. Narratives Snow Maiden
Once upon a time there lived a couple in a village. They had got married for a long time, but so far they did not have a baby yet. Every single minute they prayed to God, begged for a baby, but it never came true.
One day, they went to snow mountain. They made a girl from snow and they dressed her beautifully. When it got dark, they decided to go home and left the snow girl alone. The following morning, someone knocked the door. \”Any body home?\”, she said. The old woman inside opened the door and asked, \”Who are you?\” The girl said \”I\’m Snow Maiden, your daughter\”. The old woman was surprised and happy. \”Oh really? Thanks God! Come in, please!\”
Since that meeting, they lived happily. Snow Maiden was beautiful, kind, diligent and helpful. Her parents and all of her friends loved her very much One day, Snow Maiden played with her friends. They played fire. At first, Snow Maiden just looked at their play. Suddenly, her friends asked her to jump on the fire. Of course she refused it because one thing that made her afraid was the fire. It\’s because Snow Maiden was made of snow, so she should avoid the fire. But her friends kept on forcing her to jump on. Finally, she could not do anything then she did it. She jumped on the fire and she melted. Her friends was so sorry about this, they cried and cried hoping Snow Maiden could live again, but it was useless. Snow Maiden would not be back anymore.
Her mother tried to entertain Snow Maiden\’s friends and asked them to make a new Snow Maiden. They went to a snow mountain and started making it. They expected to have the new Snow Maiden. Days passed but their dreams never came true.  Malin Kundang
Once upon time, there was a boy named Malin Kundang. He lived with his mother in a very poor condition. They looked fire wood in the forest nearly to make a living. Malin Kundang was so unsatisfied with their bad luck. That’s why he decided to go to another city to look for a better life.
Not long afterwards, Malin asked his mother’s permission to go to a big city. He promised to come back soon with much money. His mother permitted him and always prayed for him. In his journey, Malin Kundang joined a merchant in a big ship.
Actually, Malin was a diligent boy. He worked hard to get much money and everything changed. He became a rich merchant. His business partner asked him to marry  his daughter. Malin agreed. Then Malin and his business partner’s daughter got married. They had honeymoon and traveled all over the world.
Many years later, Malin’s ship anchored in his village. Many villagers welcome his arrival and admired his glorious ship. Furthermore, they wanted to see his success. Malin’s mother heard that her son had come back. She was very glad and eager to see him. With a happy smile in her lips, she went to the seashore to meet her son. Do you know what happened when she met Malin? He pretended that he didn’t know her. Of course she was very very sad and disappointed.
In her desperation she cried to God to punish Malin. She cursed Malin Kundang and his ship to be a stone. Since then, people can see the big stone in the beach.

Kamis, 12 September 2013

Cara Belajar yang Baik

Berikut Ini Tips Dan Trik Cara Belajar Yang Baik dan PRAKTIS

1. Belajar Kelompok
Bosan belajar sendirian? Coba saja belajar secara kelompok bareng teman. Belajar kelompok merupakan salah satu belajar yang baik dan efektif. Dengan belajar kelompok kegiatan belajar akan menjadi sangat menyenangkan karena ada temannya. Belajar secara kelompok sebaiknya mengajak teman yang pandai dan rajin belajar agar bisa termotivasi dan ketularan pintar.
2. Coba Rajin Membuat Catatan Atau Intisari Dari Pelajaran
Setiap bab pelajaran selalu ada bagian-bagian yang penting. Nah bagian yang penting ini sebaiknya dibuat catatan di buku tersendiri. Cara belajar yang baik dengan merangkum bahan atau materi pelajaran juga sangat berguna saat menghadapi ujian.
3. Selalau Disiplin Dan Tekun Dalam Belajar
Yang penting di sini adalah kualitas belajarnya. Walaupun hanya 1-2 jam sehari tapi kalau di lakukan setiap hari pasti akan lebih baik dari pada belajar dalam waktu yang sangat lama pada waktu tertentu saja. Misalnya hanya belajar kalau ada ulangan atau ujian saja.
4. Bertanya Kalau Belum Paham
Biasanya saat guru selesai membahas satu mata pelajaran akan bertanya pada murid muridnya. Apakah sudah jelas? Jangan ragu dan takut untuk bertanya kalau memang kurang paham atau kurang mengerti.
5. Hindari Sukap Tidak Jujur
Sekarang ini banyak siswa membuat catatan untuk mencontek saat ada ulangan atau ujian. Dengan belajar dengan jadwal yang teratur seorang murid akan selalu siap jika ada ulangan dadakan dan tidak perlu mencontek. Bagaimana dengan tips cara belajar yang baik diatas mungkin masih belum bisa meningkatkan hasil belajar anda?
Cara Belajar Yang Baik Ini masih ada beberapa tips cara belajar yang baik efektif dan efisien dari blog UMY, silahkan disimak..

Tips Cara Belajar yang Baik

1. Ciptakan suasana yang kondusif
Dalam belajar, kamu harus menciptakan suasana yang kondusif, nyaman dan tenang untuk belajar. Cara ini merupakan salah satu cara belajar yang baik karena bagaimanapun jika ingin materi yang kamu pelajari itu bener-bener masuk ke otakmu, kamu harus tenang dan dalam keadaan yang nyaman. Sehingga nggak mengganggu konsentrasi. Belajar di luar ruangan mungkin adalah pilihan yang cukup baik, karena selain lebih fresh, kita juga bisa lebih tenang dan nggak penat dalam belajar.
2. Lihat garis besarnya dahulu
Tips cara belajar yang baik dengan melihat garis besar materi. Jika membaca bahan pelajaran yang baru, jangan langsung menceburkan diri kedalamnya. Kamu bisa lebih meningkatkan pemahaman bila melihat sepintas garis besarnya. Lihatlah semua subjudul, keterangan gambar dan ringkasan yang ada. Jik membaca bacaan yang cukup panjang, maka bacalah dahulu kalimat pertama dari setiap paragrafnya.
3. Buatlah catatan intisari dari bahan pelajaran
Tips cara belajar dengan teknik meringkas intisari dari pelajaran. Kalau kamu meringkas materi dari setiap bahan pelajaran ke dalam sebuah catatan kecil, maka akan sangat membantumu mengingat bahan pelajaran itu. Pada saat kamu menulisnya, kamu pasti membaca materinya lagi, bener kan? Itu akan membuatmu cepat hafal materinya. Sebaiknya catatan itu ditulis kedalam buku kecil atau kertas yang bisa dibawa kemana-mana, sehingga bisa dibaca kapan dan dimanapun kamu berada. Tips Cara belajar yang baik bukan?
4. Berlatihlah tehnik kemampuan mengingat
Cara Belajar Yang Baik dengan teknik kemampuan mengingat. Agar lebih mudah kamu ingat sebaiknya materi yang akan kamu hafal itu diubah menjadi sebuah singkatan atau kata kunci (Mnemonics) dengan formulasi yang mudah diingat-ingat. Seperti MeJiKuHiBiNiU untuk singkatan-singkatan dari warna pelangi, yaitu Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila dan Ungu. Walaupun kamu jika menghafal langsung dalam 1 minggu sudah lupa, dengan menggunakan mnemonics seperti ini kamu bisa ingat sampai puluhan tahun lamanya.
5. Belajarlah dengan tekun dan rutin.
Tips cara belajar yang baik dan paling ampuh adalah dengan tekun dan rutin. Belajar tepat waktu dan serius juga sangat berpengaruh dalam peningkatan prestasi belajar, apabila kamu jarang belajar maupun  hanya belajar jika akan ada ulangan pasti prestasinya gak akan maksimal. Jadi belajarlah dengan tekun dan rutin selagi ada waktu untuk belajar. Juga jangan belajar dengan tergesa-gesa pada hari terakhir sebelum ulangan, cara belajar yang baik seperti itu hasilnya juga nggak akan maksimal.